cara menghitung pph 21 pegawai tidak tetap Harian Borongan "Baru sebagian"

10/19/2016

cara menghitung pph 21 pegawai tetap PNS POLRI dan Pegawai Swastacara menghitung pph 21 pegawai tetap PNS POLRI dan Pegawai Swastacara menghitung pph

Pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

cara menghitung pph 21 pegawai tidak tetap Borongan Harian Sebelum 2013

Cara penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai tidak tetap atau Tenaga Kerja Lepas, Pemagang dan Calon Pegawai dibedakan menjadi 2 jenis:

1. Bagi yang Menerima Upah Harian, Upah Mingguan, Upah Satuan, Upah Borongan, Uang Saku Harian atau Mingguan;
Ketentuan penghitungannya adalah tentukan jumlah upah/uang saku harian, atau rata-rata upah/uang saku yang diterima atau diperoleh dalam sehari :
Upah/uang saku mingguan dibagi banyaknya hari bekerja dalam seminggu; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 24  romawi III.1 lampiran PER-31/PJ/2009 (ganti gambar)
Upah satuan dikalikan dengan jumlah rata-rata satuan yang dihasilkan dalam sehari; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 25  romawi III.2 lampiran PER-31/PJ/2009(ganti gambar)
Upah borongan dibagi dengan jumlah hari yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan. Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 25  romawi III.3 lampiran PER-31/PJ/2009(ganti gambar)
Tidak ada pemotongan PPh 21 adalah dalam hal : lampiran PER-31/PJ/2009 halaman 4 romawi II.1angka 2
upah/uang saku harian atau rata-rata upah/uang saku harian belum melebihi Rp. 150.000,00 dan
jumlah kumulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender yang bersangkutan belum melebihi Rp. 1.320.000,00
Ketentuan Penghitungan PPh 21 nya adalah : (ganti gambar)

2. Bagi yang Menerima Upah yang Dibayarkan Secara Bulanan.
PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah upah bruto yang yang disetahunkan setelah dikurangi PTKP, dan PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar PPh Pasal 21 hasil perhitungan tersebut dibagi 12. lampiran PER-31/PJ/2009 halaman 4 romawi II.2 angka 3
Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 26  romawi III.4 lampiran PER-31/PJ/2009


cara menghitung pph 21 pegawai tidak tetap Borongan Harian Sejak Tahun 2013

Cara penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai tidak tetap atau Tenaga Kerja Lepas, Pemagang dan Calon Pegawai dibedakan menjadi 2 jenis:

1. Bagi yang Menerima Upah Harian, Upah Mingguan, Upah Satuan, Upah Borongan, Uang Saku Harian atau Mingguan
Ketentuan penghitungannya adalah tentukan jumlah upah/uang saku harian, atau rata-rata upah/uang saku yang diterima atau diperoleh dalam sehari :
Upah/uang saku mingguan dibagi banyaknya hari bekerja dalam seminggu; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 39 angka III.1 lampiran PER-31/PJ/2012
Upah satuan dikalikan dengan jumlah rata-rata satuan yang dihasilkan dalam sehari; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 39  angka III.2 lampiran PER-31/PJ/2012
Upah borongan dibagi dengan jumlah hari yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan. Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 40  angka III.3 lampiran PER-31/PJ/2012
Tidak ada pemotongan PPh 21 adalah dalam hal : lampiran PER-31/PJ/2012 halaman 5 angka II.1 angka 2
upah/uang saku harian atau rata-rata upah/uang saku harian belum melebihi Rp. 200.000,00 dan
jumlah kumulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender yang bersangkutan belum melebihi Rp. 2.025.000,00

2. Bagi yang Menerima Upah yang Dibayarkan Secara Bulanan.
PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah upah bruto yang yang disetahunkan setelah dikurangi PTKP, dan PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar PPh Pasal 21 hasil perhitungan tersebut dibagi 12. lampiran PER-31/PJ/2012 halaman 4 angka II.2
Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 40  angka III.4 lampiran PER-31/PJ/2012

cara menghitung pph 21 pegawai tidak tetap Borongan Harian Mulai Tahun 2015

Cara penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai tidak tetap atau Tenaga Kerja Lepas, Pemagang dan Calon Pegawai dibedakan menjadi 2 jenis:

1. Bagi yang Menerima Upah Harian, Upah Mingguan, Upah Satuan, Upah Borongan, Uang Saku Harian atau Mingguan. (Lampiran PER-32/PJ/2015 halaman 4)
Ketentuan penghitungannya adalah tentukan jumlah upah/uang saku harian, atau rata-rata upah/uang saku yang diterima atau diperoleh dalam sehari :
Upah/uang saku mingguan dibagi banyaknya hari bekerja dalam seminggu; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 38 angka III.1 lampiran PER-32/PJ/2015
Upah satuan dikalikan dengan jumlah rata-rata satuan yang dihasilkan dalam sehari; Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 39  angka III.2 lampiran PER-32/PJ/2015
Upah borongan dibagi dengan jumlah hari yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan. Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 40  angka III.3 lampiran PER-32/PJ/2015
Tidak ada pemotongan PPh 21 adalah dalam hal : (lampiran PER-32/PJ/2015 halaman 5 angka II.1 angka 2)
upah/uang saku harian atau rata-rata upah/uang saku harian belum melebihi Rp. 300.000,00 dan
jumlah kumulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender yang bersangkutan belum melebihi Rp. 3.000.000,00

2. Bagi yang Menerima Upah yang Dibayarkan Secara Bulanan.
PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah upah bruto yang yang disetahunkan setelah dikurangi PTKP, dan PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar PPh Pasal 21 hasil perhitungan tersebut dibagi 12. (lampiran PER-32/PJ/2015 halaman 4 angka II.2)
Contoh penghitungannya : Klik disini di halaman 40  angka III.4 lampiran PER-32/PJ/2015


Artikel Lainnya

Formulir Pajak Excel

Formulir Pajak

Download berbagai macam formulir perpajakan dengan bentuk dan format yang bisa anda gunakan dalam pemenuhan hak dan kewajiban dibidang perpajakan. Dikemas secara simpel mudah serta efisien agar lebih memudahkan anda semua.